Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 04 September 2014

Apa Arti Kata "Dancuk"...







Sebagai pendatang di daerah Jawa Timur, saya tidak merasakan sesuatu ketika ada yang mengucapkan kata “dancuk”, “jancuk” dan semacamnya kecuali dari emosi yang terpancar dari mereka yang sedang mengucapkan kata itu. Jadi kalau saya mendengar orang mengatakan kata-kata ini, saya tidak merasakan sebagai umpatan

Beberapa hari lalu ada kejadian di kantor yang saya tidak tahu persis kejadiannya. Kebetulan saya sedang fokus pada monitor laptop karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Kejadian bermula ketika teman saya mendekati teman yang lain, ngomong sebentar. Tak lama teman yang satu meninggalkan yang satunya sambil berkata "dancuk", bersamaan dengan itu ibu-ibu komentar, “eeee... kok ngomong dancuk barang. ora entuk misuh-misuh!”
“mbok karo konco ki orasah misuh-misuh”
“aku kan mung ngomong kata-kata sing ora ono artine” bela teman yang mengucap tadi.
“ora ono artine piye, iku pisuhan tetep ora entuk”

Mendadak saya jadi penasaran dengan kata “dancuk” ini. Layar laptop saya segera berpindah ke search engine... dengan keyword “arti kata dancuk”... saya menemukan banyak link. Berikut 3 link teratas.

********

di link ini tertulis : * Sebelumnya mohon maaf yah… tiada maksud lain selain hanya ingin menjelaskan dan memberitahukan tentang makna sesungguhnya *

Jancuk..
Ini makian asli khas Suroboyo. Tapi, makian ini kini sudah merambah ke jurusan Barat dari Jawa Timur. Misalnya, kawasan Barat, sekitar Madiun, Ponorogo, dan bahkan sudah mulai masuk Solo, Yogya, bahkan Bandung tempat saya kuliah. Makian ini semakin banyak didengar. Hal ini seiring dengan makin mobilitasnya komunitas Arek Suroboyo ke seluruh daerah.

Jancuk memang memiliki penggal kata, kalau tak boleh disebut sebagai suku kata. Awal pembentuk makian ini, yaitu ‘cuk’. Suku kata ‘cuk’ ini dengan mudah bisa kita cari sumbernya, yaitu kata ‘encuk’, yang artinya *maaf* persetubuhan, seperti ‘fuck’. Kata ‘encuk’ jelas masih dianggap porno kalau diungkapkan di kelompok orang yang masih rada risih. Akibatnya, mereka yang suka memaki ‘jancuk’ dikategorikan sebagai orang-orang kelas bawah.

*********


Di link ini Anda bisa membaca kutipan berikut : jancuk,diancuk,jancok adalah sebuah kata khas surabaya yang telah banyak tersebar luas hingga ke daerah luar kulonan bahkan luar kota dan pulau. warga jawa timur seperti malang dan lainnya turut andil dalam penyebaran kata ini. jancuk berasal dari kata "encuk" yang artinya ngencuk atau bersetubuh atau fuck dalam bahasa inggris. berasal dari frase "di-encuk" menjadi diancok, lalu dancok, hingga akhirnya jancok. ada banyak farian kata jancok, semisal diancok, duancuk, damput, dampot, mbokne ancok (mother fucker), jangkrek, jambu, jamput dll adalah salah satu kata yang lebih halus dari pada jancuk.

Makna asli kata tersebut sesuai dari asal katanya, yakni di-encuk, lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Normalnya kata tersebut di pa pakai untuk sebuah umpatan di emosi yang meledak, marah atau membenci seseorang.

**********


Di link ini Anda bisa membaca kutipan berikut :Jancok, Dancok, atau disingkat menjadi Cok (juga ditulis Jancuk atau Cuk, Ancok atau Ancuk) adalah sebuah kata yang menjadi ciri khas komunitas masyarakat di Jawa Timur, terutama Malang dan Surabaya. Meskipun memiliki konotasi buruk, kata jancok menjadi kebanggaan serta dijadikan simbol identitas bagi komunitas penggunanya, bahkan digunakan sebagai kata sapaan untuk memanggil di antara teman. [1] 

Istilah ini juga populer digunakan oleh masyarakat Sumpiuh yang menggunakan dialek Bahasa Jawa Sumpiuh.[butuh rujukan]
Normalnya, kata tersebut digunakan sebagai umpatan pada saat emosi meledak, marah, atau untuk membenci dan mengumpat seseorang. Namun, sejalan dengan perkembangan pemakaian kata tersebut, makna kata jancok meluas hingga menjadi simbol keakraban dan persahabatan khas di kalangan sebagian arek-arek Suroboyo

**********

Secara umum kata ini memang digunakan sebagai umpatan, makian dan sumpah serapah di kalangan masyarakat jawa timuran yang sedang emosi. Meski demikian penggalan “Cok” atau “cuk” di kalangan masyarakat tertentu mungkin menjadi sapaan akrab yang sifatnya internal sebagaimana lazimnya kita menggunakan kata “bro”... atau “nda” di daerah solo-jogja dan sekitarnya. Hanya saja, untuk kalangan masyarakat luas masih terasa risih dengan istilah "cok" atau "cuk" jika digunakan sebagai panggilan akrab.

Dalam Islam, apapun yang terjadi pada seorang muslim dilarang sampai mengeluarkan kata-kata kotor apalagi sampai mengumpat orang lain. Dalam Al Quran Jelas  disebutkan, "Dan jangan sebagian kamu mengumpat sebagiannya." (al-Hujurat: 12). Larangan ini jelas bagi seorang muslim, dimana berdosa dan dianggap melanggar ketentuan agama jika seorang muslim sampai mengumpat orang lain.

Dari sisi sosial orang-orang yang memiliki kebiasaan mengumpat memiliki posisi yang rendah dalam kehidupan pergaulan sehari-hari, meskipun diterima sebagai anggota masyarakat dan mungkin memiliki pengaruh kuat, tapi dari hati yang dalam dan tertanam dalam benak yang lainnya, bahwa orang tersebut memiliki akhlaq yang tidak pantas dan memiliki kedudukan yang rendah dari sisi moral.

Mari kita jauhkan diri dan keluarga kita dari makian, umpatan dan sumpah serapah. wallahu a'lam bishshawab.

Madiun, 07:30, 05-09-2014

1 komentar:

  1. Monggo buat tambahan refrensi gan :v

    http://aslisuroboyo.tumblr.com/post/27545104775/antara-fuck-jancuk-jancok-dan-dolly

    BalasHapus

Kategori Tulisan

Anak (18) Doaku (2) Gallery (74) Hadits (11) Herbal (1) Hikmah (82) Idul Fitri (8) Inspirasi (71) Kesehatan (30) Keuangan (7) Kisahnyata (35) Kultum (28) Lain-lain (43) management (3) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Prudential (9) Quran (11) Qurban (40) Ramadhan (82) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (31) Share (17) Tarbiyah (33) Umroh (19) Wakaf (5) Yatim (6) Zakat (17)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Tentang Qurban

More on this category »

Info Prudential

More on this category »

Info Haji dan Umroh

More on this category »

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Kisah Nyata

More on this category »